Ping!! Pesan WA dari Ustadzah. Mengabarkan gaulnya si Iki -bungsuku- sebagai satu-satunya siswa kelas dua yang ikut bermain sepak bola bersama kakak-kakak kelasnya.
Satu prestasi lagi ditorehkan Iki.
Mission ✔
Apa istimewanya❔
Iki mengupayakan diri keluar dari zona segan bermain dengan kakak kelas yang umumnya dikembangkan oleh teman sebayanya. Dan dia berhasil berbaur dalam permainan bola. Itu adalah sebuah prestasi atas pengasahan kecerdasan interpersonalnya.
Mission ✔
Apa istimewanya❔
Iki mengupayakan diri keluar dari zona segan bermain dengan kakak kelas yang umumnya dikembangkan oleh teman sebayanya. Dan dia berhasil berbaur dalam permainan bola. Itu adalah sebuah prestasi atas pengasahan kecerdasan interpersonalnya.
Jamak orang menyandingkan prestasi dengan kejuaraan, kemenangan, piala, medali, hadiah, persaingan dan segala hal yang berbau kompetisi.
Sementara secara leksikal arti kata prestasi tidaklah serumit hal di atas. Menurut KBBI, prestasi adalah hasil usaha. Itu saja, simple!
Apapun hasil yang kita usahakan, yang kita kerjakan, itulah prestasi.
Berprestasi adalah hal yang mudah, bagaikan menjentikkan jari.
Sementara secara leksikal arti kata prestasi tidaklah serumit hal di atas. Menurut KBBI, prestasi adalah hasil usaha. Itu saja, simple!
Apapun hasil yang kita usahakan, yang kita kerjakan, itulah prestasi.
Berprestasi adalah hal yang mudah, bagaikan menjentikkan jari.
Bagiku, Iki masih rajin latihan renang setiap sore disaat mayoritas temannya melatih jari mereka di atas tuts HP, adalah sebuah prestasi atas usahanya untuk berbeda dari teman-temannya. Bagi usia anak, berbeda dari peer group bukanlah suatu hal yang mudah.
Sebuah prestasi ganda tatkala Iki harus bertahan untuk istiqomah di klub renang maupun di dojang taekwondo, di saat anggota klub yang lain hadir dan pergi di klub renang maupun taekwondo dalam hitungan hari. Di usianya yang masih bilangan tunggal, percayalah! Adalah sesuatu yang sulit harus berkali-kali kehilangan kawan berlatih.
Dan aku menyebutnya Hattrick! Saat Iki menuliskan namanya dalam daftar tim POPDA Renang Kecamatan Gunungpati di kala usianya masih kelas satu SD meski juara laksana jauh panggang dari api.
Sebuah prestasi ganda tatkala Iki harus bertahan untuk istiqomah di klub renang maupun di dojang taekwondo, di saat anggota klub yang lain hadir dan pergi di klub renang maupun taekwondo dalam hitungan hari. Di usianya yang masih bilangan tunggal, percayalah! Adalah sesuatu yang sulit harus berkali-kali kehilangan kawan berlatih.
Dan aku menyebutnya Hattrick! Saat Iki menuliskan namanya dalam daftar tim POPDA Renang Kecamatan Gunungpati di kala usianya masih kelas satu SD meski juara laksana jauh panggang dari api.
Prestasi yang sama pun dicetak oleh kakaknya, Ini.
Saat Ini di kelas dua SD menyampaikan keinginannya masuk pondok pesantren setelah lulus SD nantinya, bagiku itu adalah prestasi atas olahan kecerdasan intrapersonalnya. Anak kecil usia 8 tahunan sudah memutuskan apa yang akan dilakukan dalam hidupnya, medali emaspun terasa sangat kecil untuk menghargainya.
Tak ubahnya Iki, Ini pun mengukir prestasi tersendiri dalam keistiqomahannya. Tujuh tahun lebih, dimulai sejak TK, masih konsisten hingga sekarang berlatih taekwondo di saat kawan-kawannya entah telah berapa kali berganti kegiatan hidup merupakan prestasi tak ternilai harganya. Sebuah prestasi atas upaya kesabaran.
Tak ada medali, tidak ada piagam, dan serangkai pelengkapnya adalah tak ada uang untuk tindakan berani berbeda, untuk kemampuan membuat keputusan dan sikap sabar dalam keistiqomahan. Namun semua itu tetaplah prestasi indah.
Waktu bagiku adalah rajutan prestasi anak-anakku.
Bangun subuh mereka, adalah prestasi.
Sholat berjamaah mereka di masjid, adalah prestasi
Kata maaf mereka saat melakukan kesalaha adalah prestasi.
Tebaran senyum dan salam mereka untuk sesama adalah prestasi.
Last but not least, jika kisah mereka sekarang pun menginspirasimu, maka itu pun adalah prestasi!
Berprestasi itu mudah. Setiap saat terjadi. Hanya saja seringkali mata hati kita tertutup untuk melihatnya. Saat kita melihatnya, itulah rasa syukur. Dan saat itu terjadi, maka waktu adalah rangkaian lantunan.....
Saat Ini di kelas dua SD menyampaikan keinginannya masuk pondok pesantren setelah lulus SD nantinya, bagiku itu adalah prestasi atas olahan kecerdasan intrapersonalnya. Anak kecil usia 8 tahunan sudah memutuskan apa yang akan dilakukan dalam hidupnya, medali emaspun terasa sangat kecil untuk menghargainya.
Tak ubahnya Iki, Ini pun mengukir prestasi tersendiri dalam keistiqomahannya. Tujuh tahun lebih, dimulai sejak TK, masih konsisten hingga sekarang berlatih taekwondo di saat kawan-kawannya entah telah berapa kali berganti kegiatan hidup merupakan prestasi tak ternilai harganya. Sebuah prestasi atas upaya kesabaran.
Tak ada medali, tidak ada piagam, dan serangkai pelengkapnya adalah tak ada uang untuk tindakan berani berbeda, untuk kemampuan membuat keputusan dan sikap sabar dalam keistiqomahan. Namun semua itu tetaplah prestasi indah.
Waktu bagiku adalah rajutan prestasi anak-anakku.
Bangun subuh mereka, adalah prestasi.
Sholat berjamaah mereka di masjid, adalah prestasi
Kata maaf mereka saat melakukan kesalaha adalah prestasi.
Tebaran senyum dan salam mereka untuk sesama adalah prestasi.
Last but not least, jika kisah mereka sekarang pun menginspirasimu, maka itu pun adalah prestasi!
Berprestasi itu mudah. Setiap saat terjadi. Hanya saja seringkali mata hati kita tertutup untuk melihatnya. Saat kita melihatnya, itulah rasa syukur. Dan saat itu terjadi, maka waktu adalah rangkaian lantunan.....
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang ?kamu dustakan
Muntal, 06112018