Sabtu, 01 April 2017

Ordinary Versus Extraordinary


Apabila ada piala kategori kehadiran paling rajin latihan maupun TC (istilah dojang untuk latihan tambahan menjelang kejuaraan) di Dojang, kemungkinan besar Aini Asari Gusti anak sayalah yang akan memenangkannya😁 ditambah buket bunga dan boneka sebagai bonusnya untuk kategori seringnya berlatih soranganπŸ˜…
Tak peduli hujan, asalkan tidak nampak badai menyapa, Ini tetap berangkat karena itulah yang dulu diajarkan sabeumnya. Tak peduli berlatih sendiri tak ada kawan, Ini tetap berusaha menerapkan disiplin latihan sesuai program dojang dan hasilnya.............
seringkali dia mendapat perunggu (juara bontot) sementara teman-temannya yang lebih banyak bolong-bolong dalam hal kehadiran latihan dibanding dirinya malah mendapat perak bahkan emas (πŸ‘championπŸ‘).
😞😞😞😞😞 monggo bapak/ibu jika hendak berbela sungkawa untuk hal itu dipersilahkan πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„
Fakta ini menunjukkan bahwa rajin berlatih mungkin tidak berkorelasi dengan prestasi tetapi dibalik itu......
Adalah hal lumrah bagi atlit untuk absen (tidak hadir) berlatih dengan segala alasan logis yang mendasarinya sehingga memilih hajat yang lebih penting daripada datang latihan. Sesuatu yang biasa. Absen ataupun present itu adalah hak. Semua wajib menghormati pilihan tersebut.
Jangan mengarahkan kekecewaan pada mereka yang absen berlatih sebagai penyurut semangat, tapi arahkan penghargaan pada mereka yang datang berlatih -meskipun itu hanya seorang saja- sebagai penyulut semangat. 
Jika Ini memilih melampaui batas ordinary, maka hal itu karena menjadi taekwondoin bukanlah tentang gemilang prestasi yang bergelimang medali emas semata. Menjadi taekwondoin adalah perjalanan menjadi pribadi yang berkarakter.
Latihan bukan hanya tentang menendang, di dojang Ini berlatih pula untuk belajar menghormati dan menghargai.
Menghormati aturan main dojang yang termanifestasi dalam jadwal latihan.
Menghargai orang lain, Sabeum, yang telah mengusahakan waktu, tenaga dan fikirannya untuk datang melatih.
Menanamkan arti setia kawan dan kerja sama dalam dirinya dengan membentuk pemikiran "saya adalah sparing partner bagi kawan setim saya dan penting bagi saya untuk hadir berlatih karenanya".
Memupuk motivasi dirinya untuk tetap semangat dikesendiriannya berlatih.
Terpenting bagi Ini adalah menguji "man jadda wa jadda"nya untuk menghasilkan emasnya.
This story is all about.....





Tidak ada komentar:

Posting Komentar