Kamis, 06 Oktober 2016

Obrolan Mimpi

Sayup menuju tengah malam terdengar para pemuda dan bapak-bapak Anugerah bekerjasama dengan santri pondok sibuk menyiapkan perlengkapan "plorotan bambu" untuk meramaikan acara malam tirakatan kemerdekaan esok.
Mendengar hiruk pikuk mereka sekilas saya teringat percakapan dengan pak Dony di suatu waktu. Sebuah obrolan mimpi.
Pak Don: "Jika kita punya uang banyak enaknya untuk beli apa Bu?"
Saya: Diam menghayal
Pak Don: "Beli tanah???"
Saya: "Untuk apa tanahnya?"
Pak Don: "Lha untuk apa enaknya? Kebun? Bikin rumah lagi?"
Saya: "Kalau kebun bolehlah tapi kalau untuk mendirikan rumah lagi.........😒"
Saya dan Pak Don saling berpandangan, tersenyum, dan akhirnya...........menggeleng bersama.
Di benak kami berdua mengatakan hal yang sama, kami mungkin akan bisa membeli tanah tetapi kami tidak bisa membeli tetangga, lingkungan dan keluarga seperti keluarga kami saat ini, Anugerah. (Insyaallah-Huwallahua'lam)
Sama halnya dengan kemerdekaan RI yang dihasilkan oleh perjuangan, kehangatan keluarga Anugerah bukanlah paket "dorprice" saat masing-masing membeli rumah namun sebuah proses yang terus diperjuangkan oleh warganya. Perlu kebesaran hati untuk perbedaan, perlu kelapangan hati untuk saling memaafkan dan perlu kerendahan hati untuk saling memeluk dan menguatkan. Perjuangan yang tidak mudah namun saya yakin warga Anugerah akan mampu bahu membahu untuk terus melakukannya.
Selamat hari merdeka ibu-ibu semua.
😙😙😙😙😙😙😙😙😙😙

#seneng weruh guyub#bangga sama pemuda#kangen suasana nyuci piring bareng sama ibu-ibu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar